2020-10-14

BPTP Jambi Kenalkan Budidaya Hidroponik dan Teknologi Pemanfaatan Pekarangan di Masa Pandemi

BPTP JAMBI
...

KOTA JAMBI - Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi menjadi narasumber kegiatan pelatihan “Budidaya Hidroponik dan Teknologi Pemanfaatan Pekarangan Lainnya pada Masa Pandemi Covid-19” di Taman Hutan Kota Muhammad Sabki, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Kota Jambi, Rabu 14 Oktober 2020.

Peserta terdiri dari Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Jambi, Pengurus dan Anggota dengan jumlah 50 orang.

Kegiatan ini terselanggara atas kerjasama Dharma Wanita Persatuan Kota Jambi dengan TP PKK Provinsi Jambi dan BPTP Jambi.

Kegiatan langsung dipimpin Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Jambi Ibu Hj. Choirianti Budidaya SH, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa pada masa Covid-19 ini Dharma Wanita harus tetap beraktifitas dengan mematuhi protokol kesehatan.

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan di tempat terbuka atau saung pertemuan Hutan Kota tidak di aula atau dalam ruangan.

Selanjutnya Ibu Ketua menghimbau agar semua pengurus dan anggota Dharma Wanita Kota Jambi memanfaatkan pekarangan dengan menanam berbagai jenis tanaman kebutuhan harian keluarga.

Belum tentu yang dibeli di pasar itu sehat dan bebas dari residu pestisida, tetapi tanaman yang kita tanam dipekarangan sudah pasti bebas dari residu pestisida, karena kita tahu sumber bibit dan cara tanam serta pemeliharaan tanamannya.

Pada kesempatan ini juga dibagikan bibit cabai dan terong kepada peserta. Kegiatan ini diliput langsung oleh Humas Kota Jambi dan mematuhi protokol kesehatan.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Syafri Edi dari TP PKK Provinsi Jambi dan Peneliti Madya di BPTP Jambi.

Kegiatan diawali dengan membacakan Surah Al-Fatihah untuk Almarhumah Dewi Novalinda Peneliti Pasca Panen BPTP Jambi yang meninggal pada Selasa 13 Oktober 2020 di Palembang, dimasa hidupnya sering menjadi narasumber di berbagai tempat di Kota Jambi dengan materi olahan pangan lokal non beras.

Selanjutnya dijelaskan ada enam indikator pemanfaatan pekarangan yaitu, pemanfaatan pekarangan dengan kegiatan perikanan, peternakan, warung hidup, lumbung hidup, tanaman obat keluarga dan tanaman keras.

Keenam indikator tersebut harus disesuaikan dengan luas dan bentuk pekarangannya, jadi tidak harus ada enam indikator tersebut pada satu pekarangan.

Budidaya sayuran pada pekarangan termasuk pada indikator warung hidup, bagaimana kita memanfaatkan pekarangan untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran kebutuhan harian keluarga dan bisa berbagi dengan tetangga bahkan bisa dijual menambah penghasilan keluarga.

Selama ini peserta menganggap budidaya hidroponik itu susah, hidroponik itu mahal, dengan pelatihan ini diharapkan peserta tahu bahwa  hidroponik ada yang sederhana dengan berbagai bahan bekas yang selama ini ada di sekitar kita dan dianggap sampah serta terbuang percuma.

Alat-alat atau bahan yang dibutuhkan pada hidroponik seperti netpot bisa diganti dengan gelas bekas es walls, rockwool bisa diganti dengan sekam bakar, kain planel bisa diganti dengan kain handuk bekas, singlet bekas, pipa paralon bisa diganti dengan box styrofoam bekas buah, botol bekas air mineral, kaleng bekas cat atau jeriken bekas minyak sayur dan lain sebagainya.

Tidak hanya teori tetapi langsung praktik hidroponik dengan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh narasumber dan nutrisi pengganti AB Mix juga dipraktikkan.

Budidaya tanaman secara konvensional mulai dari penyemaian, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan panen juga disampaikan, baik budidaya pada bedengan, polybag, vertikultur, tempel dan gantung. Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan ramah tamah.

Mari manfaatkan pekarangan dengan budidaya berbagai jenis tanaman, baik budidaya hidroponik maupun konvensional, organik dan lainnya. (SE)

Sub Sektor : Sayur-sayuran
Komoditas : Hortikultura
Teknologi yang Digunakan : HIDROPONIK
https://www.facebook.com/1122318141148378/posts/3428692733844229/